IkadiDIY.com

IKHTIAR MENELADANI KETANGGUHAN PARA SAHABAT

IKHTIAR MENELADANI KETANGGUHAN PARA SAHABAT

Yogyakarta (Ikadi DIY)_ Karakter, profil, dan kinerja orang-orang yang membersamai Rasulullah Muhammad Saw ternyata sudah termaktub dalam Kitab Taurat maupun Kitab Injil. Mereka memiliki kemampuan untuk bersikap secara tepat ketika berhadapan dengan berbagai macam manusia. Ketika berhadapan dengan orang kafir menunjukkan ketegasan dan ketangguhan, dan jika bersama orang yang beriman mengedepankan cinta kasih dan welas asih. Hal ini disampaikan oleh Ustadz Muhammad Hanafi, S.Ag, MSI. dalam Ngaji Online Pagi Bareng Ikadi (Ngopi Bareng Ikadi) yang diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah Ikatan Dai Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (28/10/2021) melalui media zoom meeting.
Dalam aspek ibadah ritual, para sahabat selalu melakukan shalat yang tergambar dalam frase rukuk dan sujud. Ini menggambarkan bagusnya akhlak mereka kepada Sang Pencipta, Al-Khaliq, Allah Ta’ala. Pengaruh pengamalan ibadah terlihat jelas pada roman muka mereka, wajah mereka “bersinar” sebagai efek dari kualitas dan kuantitas taqarrub mereka kepada Allah. Simaat (karakter), Suluuk (akhlak) dan Syu’ur (perasaan) mereka mencerminkan indahnya pengaruh Islam dalam diri mereka, para sahabat yang mendaptkan tarbiyah langsung oleh Nabi Muhammad Saw.
Gambaran lain terkait dengan pertumbuhan dan perkembangan para sahabat Nabi Muhammad Saw diungkapkan dengan gaya bahasa metafor. Para sahabat diibaratkan benih yang ditanam, kemudian muncul tunas, semakin besar, semakin kokoh, tegak, lurus dan kuat sehingga menyenangkan para penanamnya. Demikianlah, Islam muncul dibawa oleh Nabi Muhammad sendirian, kemudian satu persatu orang di sekitarnya masuk Islam, terus bertumbuh, bertambah dan berkembang walaupun diteror, diintimidasi, dihalang-halangi bahkan diperangi.
Dalam mengkaji Al-Qur’an surat Al-Fath ayat 29 ini, sebagai rujukannya Ustadz Muhammad Hanafi , S.Ag, MSI memilih Kitab Taisirul Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan yang ditulis oleh Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di yang lebih dikenal sebagai Tafsir As-Sa’di. Kitab Tafsir yang jelas, ringkas dan mengandung banyak hikmah, gaya bahasanya mudah, struktur sederhana, sangat memudahkan bagi para pengkajinya.
Kajian yang dipandu oleh ustadz Muhammad Mujari, ST berlangsung hangat dan lancar. Mulai jam 05.30 hingga 06.30 Wib para peserta antusias mengikuti pemaparan materi dan dalam sesi dialog menyampaikan beberapa pertanyaan untuk memperjelas materi kajian. Di akhir sesi ditandaskan kembali urgensi umat Islam untuk meneladani, mencontoh ketangguhan dan kesalehan para sahabat radhiyallahu ‘anhum ajma’in.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *