IkadiDIY.com

JELAJAH RAHASIA HATI UNTUK MERAIH KETENANGAN DAN MANISNYA IMAN

JELAJAH RAHASIA HATI UNTUK MERAIH KETENANGAN DAN MANISNYA IMAN


(Ikadi Bantul)_ Hidup adalah menjalani keputusan Allah Swt. Berdamai, menerima dengan penuh keikhlasan terhadap segala keputusan Allah Swt adalah kunci untuk mendapatkan ketenangan hati. Dan ketenangan hati menjadi wasilah, sarana untuk mampu merasakan nikmat, indah, dan manisnya iman, halawatul-iman. Hal ini disampaikan oleh ust. H. Syatori Abdul Rauf Alhafidz dalam kajian Islam yang diselenggarakan oleh Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) kabupaten Bantul, Sabtu (27/11/2021) secara online dengan media zoom meeting.
Keputusan Allah Swt meliputi dua hal, takdir dan hukum. Ada takdir baik yang sangat kita harapkan, ada pula takdir buruk yang tidak kita harapkan. Adapun aspek hukum meliputi segala perintah Allah yang wajib maupun yang sunnah, serta semua larangan, baik yang haram maupun yang mubah. Perintah yang wajib maupun yang sunnah dikerjakan karena datangnya dari Allah Swt, larangan yang haram maupun makruh dijauhi karena yang melarang adalah Allah Swt. Mengikhlaskan hati untuk menjalani keputusan Allah Swt didasari dari sunyinya hati dari apapun selain Allah Swt, dia membukakan pintunya hanya untuk Allah Swt.
Adapun karakteristik hati yang ikhlas adalah ridha, ta’at dan khudhu’. Hatinya ridha dengan ketentuan Allah, qadarullah, menerima takdir Allah Swt sebagai petunjuk agar beramal baik untuk Allah Swt. Hati yang taat adalah hati yang bahagia diperintah Allah Swt sebagai karunia dan rahmat-Nya. Hatinya dikelola untuk senantiasa taat kepada perintah Allah Swt. Hati yang khudhu’ , adalah hati yang merasakan larangan Allah Swt sebagai karunia dan rahmat-Nya yang lebih bermakna melebihi karunia perintah.
Lebih jauh pengasuh Pesantren Darush-Sholihah Yogyakarta ini menjelaskan bahwa dosa adalah perkara yang bisa membuat manusia hina dan sengsara jika dikerjakan, tapi dosa juga bisa membuat manusia terangkat mulia dan bahagia, jika ia tidak melakukannya. Jadi keyword, kata kuncinya adalah berniat untuk tidak melakukan dosa sepanjang hidup, innamal a’malu binniyyat. Sebagai manusia yang dimungkinkan khilaf, maka segera bertaubat jika terlanjur melakukan perbuatan dosa.
Ketua Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) kabupaten Bantul, Muhammad Hanafi, S.Ag, MSI menyampaikan bahwa tema jelajah hati ini diangkat dalam kajian agar para dai mampu menata hati, menjaga hati dan mengikhlaskan hati, sehingga dapat merasakan manisnya perjuangan menegakkan kalimah Allah. Segala rintangan, hambatan, gangguan, cibiran, cemoohan disikapi dengan penyikapan yang tepat dan benar, agar bernilai pahala dan menjadi aset kebaikan. Kajian special menejemen qalbu ini dipandu oleh ust. Ismed Hanafi, SE, MM sedangkan tilawah Al-Qur’an dilantunkan oleh ust. Erzani, S.ST. Di sesi dialog peserta antusias untuk menyampaikan berbagai pertanyaan seputar tema kajian dan trik untuk mengelola hati. (Hanafi)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *