IkadiDIY.com

MENEGUHKAN KEISLAMAN DENGAN MAKRIFATUR RASUL

MENEGUHKAN KEISLAMAN DENGAN MAKRIFATUR RASUL

 

(Ikadi Bantul)_ Tiga pilar utama yang harus difahami seorang muslim dalam rangka taqwiyah, penguatan keislaman meliputi ma’rifatullah, ma’rifatur-rasul dan ma’rifatul-Islam. Berangkat dari hal ini, maka Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) kabupaten Bantul mengadakan kajian secara virtual lewat media zoom meeting, Sabtu (20/11/2021) dengan nara sumber ust. Muhammad Hanafi, S.Ag, MSI.
Sebagai materi pokok kajian adalah surat Al-Qalam dan kitab yang jadi rujukan adalah Tafsir Jalalain, karya al-Imam Jalaluddin Al-Mahalli dan al-Imam Jalaluddin As-Suyuthi. Secara urutan turun, tartibun-nuzul, surat al-Qalam termasuk kelompok surat yang awal turun, ketika Nabi Muhammad Saw masih bermukim di Makkah. Namun secara urutan di mushaf, tartibul-mushaf, al-Qalam adalah surat yang ke-68, terdiri dari 52 ayat, terletak di juz 29, setelah surat Al-Mulk.
Kandungan global surat al-Qalam meliputi, Nabi Muhammad Saw adalah seorang yang berbudi pekerti (akhlaq) agung (1-7), larangan mentaati orang-orang yang mendustakan kebenaran (8-16), Allah ta’ala menimpakan cobaan kepada orang-orang kafir sebagaimana yang ditimpakan kepada pemilik-pemilik kebun (17-33), Allah Swt sekali-kali tidak menyamakan orang-orang yang baik (Muttaqin, muslimin) dengan orang-orang yang buruk mujrimin, kafirin (34-52).
Nabi Muhammad Saw adalah seorang Nabi yang memiliki bukti-bukti, tanda-tanda kenabian yang sangat kuat dan meyakinkan (dalailun-nubuwwah / ‘alamatun-nubuwwah). Meliputi bukti fisik, bukti berupa mukjizat, bukti berupa konfirmasi dari data-data yang ada dalam kitab-kitab terdahulu. Bahkan Allah ta’ala menyampaikan dengan sangat tegas tentang kemuliaan pekerti beliau. Terbukti dalam sejarah bahwa beliau menjadi tokoh yang sangat berhasil dalam mengemban misi kenabian maupun kepemimpinan. Pemimpin besar yang sukses dengan gilang-gemilang memperbaiki masyarakat.
Tema ma’rifatur-rasul diangkat untuk memantapkan keyakinan dan meneguhkan iman para dai, menambah semangat, daya juang dan pengorbanan dalam menyebarkan diinul-Islam. Meneladani Rasulullah Saw yang bersabar dan terus berikhtiar menyampaikan risalah Islamiyah dengan berbagai lika-liku, cobaan dan tantangan yang beraneka macam. Kajian tafsir Ikadi Bantul ini dipandu oleh ust. H. Agus Supriyadi, S.Pd, M.Pd, tilawah Al-Qur’an oleh ust. Isnawan Wibisono. (Hnf)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *