PW IKADI DIY melalui Tim Hisab Rukyat merilis hasil hisab awal bulan Dzulhijjah 1447 H berdasarkan Mathlaq Wilayatul-Hukmi untuk seluruh wilayah Indonesia, dengan metode imkanur-rukyah. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, 1 Dzulhijjah 1447 H diperkirakan jatuh pada hari Senin, 18 Mei 2026.
Tim Hisab Rukyat PW IKADI DIY menjelaskan bahwa ijtimak atau konjungsi terjadi pada
Hari : Ahad
Tanggal : 17 Mei 2026
Pukul : 03.01 WIB, atau 04.01 WITA, dan 05.01 WIT.
Setelah terjadinya konjungsi, posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia telah berada di atas ufuk dengan ketinggian antara 4,0 derajat hingga 7,6 derajat.
Data hisab di wilayah Sabang menunjukkan
Usia hilal mencapai 15 jam 47 menit setelah matahari terbenam pada pukul 18.48 WIB.
Tinggi hilal tercatat sebesar +07°36’50” (~7,6°)
Sudut Eelongasi mencapai +10°37’45” (~10,6°).
Sementara itu, hasil hisab di
Lokasi : Pos Observasi Bulan (POB) Syekh Bela Belu Parangtritis, DIY
Usia hilal : 14 jam 27 menit setelah matahari terbenam pukul 17.28 WIB.
Tinggi hilal : +05°04’50” (~5,1°)
Sudut elongasi : +09°56’19” (~9,9°)
Adapun di wilayah Merauke menunjukkan
Usia hilal tercatat 12 jam 26 menit setelah matahari terbenam pukul 17.27 WIT.
Tinggi hilal : +04°00’35” (~4,0°)
Sudut elongasi : +08°55’06” (~8,9°).
Berdasarkan hasil hisab tersebut, Tim Hisab Rukyat PW IKADI DIY menyimpulkan bahwa
Hilal telah memenuhi kriteria imkanur-rukyat MABIMS, yaitu tinggi hilal minimal 3° dan sudut elongasi minimal 6,4°. Dengan demikian, 1 Dzulhijjah 1447 H diperkirakan jatuh pada Senin, 18 Mei 2026.
Konsekuensinya, Puasa Arafah atau 9 Dzulhijjah 1447 H diperkirakan berlangsung pada Selasa, 26 Mei 2026 M. Sedangkan Hari Raya Idul Adha 1447 H atau 10 Dzulhijjah 1447 H diperkirakan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026 M.
Hasil hisab ini sama dengan Metode KHGT yang menetapkan 1 Dzulhijjah 1447 H pada hari Senin, 18 Mei 2026.
