Assalamualaikum. Sebelumnya, perkenalkan nama saya Muhammad Akbar ustadz, mohon maaf jika saya lancang. Saya ingin bertanya tentang terjemahan hadis Ustadz, yaitu sabda Nabi:
اللهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي، وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا
Waalaikumussalam Wr. Wb.
Redaksi yang ada dalam riwayat Muslim adalah sebagai berikut:
مَا مِنْ عَبْدٍ تُصِيبُهُ مُصِيبَةٌ فَيَقُولُ { إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ } اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا إِلَّا أَجَرَهُ اللَّهُ فِي مُصِيبَتِهِ وَأَخْلَفَ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا
Artinya: Tidaklah seorang mukmin tertimpa musibah lalu ia membaca apa yang telah diperintahkan oleh Allah, ‘INAA LILLAHI WAINNAA ILAIHI RAAJI’UUN ALLAHUMMA`JURNII FII MUSHIIBATI WA AKHLIF LII KHAIRAN MINHAA ‘ melainkan Allah menukar baginya dengan yang lebih baik.”
Makna: ALLAHUMMA`JURNII FII MUSHIIBATI WA AKHLIF LII KHAIRAN MINHAA adalah: “Ya Allah, berilah aku pahala atas musibahku, dan gantikanlah musibah itu dengan yang lebih baik.”
Demikian menurut Imam an-Nawawi dalam Syarah Sahih Muslim, Ibn al-Atsir dalam an-Nihayah fi Gharib al-Hadis dan al-Adhim al-Abadi dalam Aun al-Ma’bud Syarh Sunan Abi Dawud.
Ini sesuai dengan banyak hadis lain yang menyatakan bahwa seorang muslim yang bersabar ketika mendapatkan musibah akan diampuni dosanya dan diangkat derajatnya.
Wallahu A’lam
Dijawab oleh: Ust. Achmad Dahlan, Lc., MA.