IkadiDIY.com

PW IKADI DIY RILIS HASIL HISAB AWAL DZULHIJJAH 1447 H Idul Adha Diperkirakan Bersamaan Pada Tanggal 27 Mei 2026 M

PW IKADI DIY melalui Tim Hisab Rukyat merilis hasil hisab awal bulan Dzulhijjah 1447 H berdasarkan Mathlaq Wilayatul-Hukmi untuk seluruh wilayah Indonesia, dengan metode imkanur-rukyah. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, 1 Dzulhijjah 1447 H diperkirakan jatuh pada hari Senin, 18 Mei 2026. Tim Hisab Rukyat PW IKADI DIY menjelaskan bahwa ijtimak atau konjungsi terjadi pada Hari […]

PW IKADI DIY RILIS HASIL HISAB AWAL DZULHIJJAH 1447 H Idul Adha Diperkirakan Bersamaan Pada Tanggal 27 Mei 2026 M Read More »

PW IKADI DIY melalui Tim Hisab Rukyat merilis hasil hisab awal bulan Dzulhijjah 1447 H berdasarkan Mathlaq Wilayatul-Hukmi untuk seluruh wilayah Indonesia, dengan metode imkanur-rukyah. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, 1 Dzulhijjah 1447 H diperkirakan jatuh pada hari Senin, 18 Mei 2026.

Tim Hisab Rukyat PW IKADI DIY menjelaskan bahwa ijtimak atau konjungsi terjadi pada
Hari : Ahad
Tanggal : 17 Mei 2026
Pukul : 03.01 WIB, atau 04.01 WITA, dan 05.01 WIT.
Setelah terjadinya konjungsi, posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia telah berada di atas ufuk dengan ketinggian antara 4,0 derajat hingga 7,6 derajat.

Data hisab di wilayah Sabang menunjukkan
Usia hilal mencapai 15 jam 47 menit setelah matahari terbenam pada pukul 18.48 WIB.
Tinggi hilal tercatat sebesar +07°36’50” (~7,6°)
Sudut Eelongasi mencapai +10°37’45” (~10,6°).

Sementara itu, hasil hisab di
Lokasi : Pos Observasi Bulan (POB) Syekh Bela Belu Parangtritis, DIY
Usia hilal : 14 jam 27 menit setelah matahari terbenam pukul 17.28 WIB.
Tinggi hilal : +05°04’50” (~5,1°)
Sudut elongasi : +09°56’19” (~9,9°)

Adapun di wilayah Merauke menunjukkan
Usia hilal tercatat 12 jam 26 menit setelah matahari terbenam pukul 17.27 WIT.
Tinggi hilal : +04°00’35” (~4,0°)
Sudut elongasi : +08°55’06” (~8,9°).

Berdasarkan hasil hisab tersebut, Tim Hisab Rukyat PW IKADI DIY menyimpulkan bahwa
Hilal telah memenuhi kriteria imkanur-rukyat MABIMS, yaitu tinggi hilal minimal 3° dan sudut elongasi minimal 6,4°. Dengan demikian, 1 Dzulhijjah 1447 H diperkirakan jatuh pada Senin, 18 Mei 2026.

Konsekuensinya, Puasa Arafah atau 9 Dzulhijjah 1447 H diperkirakan berlangsung pada Selasa, 26 Mei 2026 M. Sedangkan Hari Raya Idul Adha 1447 H atau 10 Dzulhijjah 1447 H diperkirakan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026 M.

Hasil hisab ini sama dengan Metode KHGT yang menetapkan 1 Dzulhijjah 1447 H pada hari Senin, 18 Mei 2026.

Buka Bersama dan Pembagian Al-Qur’an I’rab di Rumah Tahfidz IKADI Darus Shahabah

Wonosari – Kegiatan buka bersama dan pembagian Al-Qur’an i’rab dilaksanakan pada Selasa, 17 Maret 2026 di Panti Asuhan dan Rumah Tahfidz IKADI Darus Shahabah, Bundelan, Tancep, Ngawen, Gunungkidul. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 150 santri rumah tahfidz dan anak yatim dengan penuh kebersamaan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan solidaritas serta mempererat kebersamaan di antara para

Buka Bersama dan Pembagian Al-Qur’an I’rab di Rumah Tahfidz IKADI Darus Shahabah Read More »

Wonosari – Kegiatan buka bersama dan pembagian Al-Qur’an i’rab dilaksanakan pada Selasa, 17 Maret 2026 di Panti Asuhan dan Rumah Tahfidz IKADI Darus Shahabah, Bundelan, Tancep, Ngawen, Gunungkidul. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 150 santri rumah tahfidz dan anak yatim dengan penuh kebersamaan.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan solidaritas serta mempererat kebersamaan di antara para santri dan anak yatim. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk kepedulian sosial dalam mendukung pendidikan keagamaan, khususnya dalam pembelajaran Al-Qur’an.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penggalangan dana oleh Laznas IKADI, yang kemudian disalurkan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan. Pada saat pelaksanaan, acara dibuka dengan taushiyah yang memberikan motivasi dan penguatan spiritual kepada para peserta. Selanjutnya dilakukan pembagian Al-Qur’an i’rab kepada para santri, dan kegiatan diakhiri dengan buka puasa bersama dalam suasana penuh kehangatan.

Dalam taushiyahnya, Ustadz Endri Nugraha Laksana, S.Pd.I., M.Pd.I. menyampaikan pesan agar para santri senantiasa membaca Al-Qur’an setiap hari serta menjadikannya sebagai pedoman hidup yang dapat diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Panitia kegiatan, Santosa, M.Hum., menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar, khususnya dalam mendukung kegiatan baca, tulis, dan hafalan Al-Qur’an, serta memberikan kebahagiaan bagi anak-anak yatim.
Melalui kegiatan ini diharapkan semangat belajar Al-Qur’an semakin meningkat serta terjalin rasa kepedulian dan kebersamaan yang kuat di antara seluruh peserta.

HASIL HISAB TIM HISAB – RUKYAT PW IKADI DIY 1 Syawwal 1147 H Berpotensi Jatuh Pada Tanggal 20 Maret 2026 M

Yogyakarta — Tim Hisab Rukyat PW Ikadi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah melakukan perhitungan (hisab) awal bulan Syawal 1447 Hijriah dengan menggunakan metode Mathlaq Wilayatul-Hukmi yang berlaku untuk seluruh wilayah Indonesia. Hasil hisab tersebut menjadi salah satu rujukan untuk memperkirakan kemungkinan penentuan Hari Raya Idulfitri tahun ini. Berdasarkan hasil perhitungan, konjungsi atau ijtima’ terjadi pada

HASIL HISAB TIM HISAB – RUKYAT PW IKADI DIY 1 Syawwal 1147 H Berpotensi Jatuh Pada Tanggal 20 Maret 2026 M Read More »

Yogyakarta — Tim Hisab Rukyat PW Ikadi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah melakukan perhitungan (hisab) awal bulan Syawal 1447 Hijriah dengan menggunakan metode Mathlaq Wilayatul-Hukmi yang berlaku untuk seluruh wilayah Indonesia. Hasil hisab tersebut menjadi salah satu rujukan untuk memperkirakan kemungkinan penentuan Hari Raya Idulfitri tahun ini.

Berdasarkan hasil perhitungan, konjungsi atau ijtima’ terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 pukul 08.23 WIB atau 09.23 WITA dan 10.23 WIT.

Perhitungan posisi hilal di beberapa titik wilayah Indonesia menunjukkan variasi ketinggian dan elongasi bulan. Di wilayah Sabang, usia bulan tercatat 10 jam 27 menit dengan lama bulan berada di atas ufuk selama 16 menit setelah matahari terbenam pada pukul 18.51 WIB. Tinggi hilal mencapai +03°38’19” (sekitar 3,66°) dengan sudut elongasi +06°06’47” (sekitar 6,18°).

Sementara itu, hasil hisab di Pos Observasi Bulan (POB) Syekh Bela Belu Parangtritis, DIY menunjukkan usia bulan 9 jam 28 menit dengan lama bulan di ufuk 9 menit setelah matahari terbenam pukul 17.51 WIB. Tinggi hilal tercatat +02°10’33” (sekitar 2,21°) dengan elongasi +05°35’38” (sekitar 5,64°).

Adapun di wilayah Merauke, usia bulan tercatat 7 jam 27 menit dengan lama bulan di ufuk hanya 6 menit setelah matahari terbenam pukul 17.50 WIT. Tinggi hilal mencapai +01°22’41” (sekitar 1,43°) dengan sudut elongasi +04°33’45” (sekitar 4,62°).

Secara umum, hasil hisab di seluruh wilayah Indonesia menunjukkan tinggi hilal sudah berada di atas ufuk (positif). Jika menggunakan kriteria hisab hakiki wujudul-hilal dengan mathlaq wilayatul-hukmi yang dahulu digunakan oleh Muhammadiyah, maka 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Namun, kriteria tersebut kini telah ditinggalkan oleh Muhammadiyah yang beralih menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Di sisi lain, jika menggunakan kriteria yang ditetapkan oleh MABIMS—yaitu tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat—hasil hisab di seluruh Indonesia belum memenuhi syarat tersebut. Hanya wilayah Sabang yang mendekati kriteria, dengan tinggi hilal 3,66 derajat, dengan sudut elongasi mendekati batas minimal yang ditentukan.

Lalu bagaimana kemungkinan keputusan pemerintah?

Selama ini pemerintah menetapkan awal Syawal melalui metode imkanur-rukyat dengan pengamatan hilal di berbagai titik di Indonesia. Berdasarkan data hisab, wilayah Sabang memiliki peluang hilal dapat terlihat. Sementara itu, di titik-titik rukyat lain di Indonesia, termasuk di POB Syekh Bela Belu Parangtritis, hilal tidak terlihat.

Apabila pada Kamis, 19 Maret 2026 hilal berhasil terlihat di wilayah Sabang, maka 1 Syawal 1447 H kemungkinan akan ditetapkan pada Jumat, 20 Maret 2026. Tanggal tersebut juga bertepatan dengan penetapan yang telah diumumkan oleh Muhammadiyah berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal.

Namun apabila hilal tidak terlihat di seluruh wilayah Indonesia, maka bulan Ramadan akan digenapkan menjadi 30 hari dan Hari Raya Idulfitri 1447 H berpotensi jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

IKADI DIY Serukan Ukhuwah dan Sinergi dalam Silaturahim Ormas Islam DIY

IKADI DIY Serukan Ukhuwah dan Sinergi dalam Silaturahim Ormas Islam DIY Yogyakarta, 8 Juni 2025 – Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Daerah Istimewa Yogyakarta menyambut baik terselenggaranya Silaturahim Ormas Islam DIY yang digelar oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) DIY di Aula DPD RI Perwakilan DIY. Acara yang dihadiri oleh berbagai ormas Islam ini menjadi momentum penting

IKADI DIY Serukan Ukhuwah dan Sinergi dalam Silaturahim Ormas Islam DIY Read More »

IKADI DIY Serukan Ukhuwah dan Sinergi dalam Silaturahim Ormas Islam DIY

Yogyakarta, 8 Juni 2025 –
Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Daerah Istimewa Yogyakarta menyambut baik terselenggaranya Silaturahim Ormas Islam DIY yang digelar oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) DIY di Aula DPD RI Perwakilan DIY. Acara yang dihadiri oleh berbagai ormas Islam ini menjadi momentum penting dalam mempererat ukhuwah dan merawat persatuan umat di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Dalam forum tersebut, IKADI DIY diwakili oleh dua tokoh utama, Ustadz Arfiansyah dan Ustadz Junni Al Jundi, yang secara aktif menyampaikan pandangan strategis mengenai pentingnya kolaborasi antarormas Islam sebagai pilar utama dakwah yang menyatu dan membumi.

“Silaturahim ini bukan hanya ajang temu tokoh, tetapi menjadi wasilah penguatan sinergi dakwah Islam rahmatan lil ‘alamin. Kami dari IKADI siap menjadi jembatan ukhuwah dan penggerak dakwah yang solutif di tengah masyarakat,” tegas Ustadz Arfiansyah.

Lebih lanjut, Ustadz Junni Al Jundi menekankan urgensi menjaga komunikasi lintas lembaga dakwah secara konsisten dan produktif, terutama menghadapi tantangan ideologis, sosial, dan budaya yang mengancam ukhuwah Islamiyah.

“Kami mengajak seluruh ormas Islam untuk tidak hanya duduk bersama, tapi juga bergerak bersama. Sinergi ini harus hadir dalam bentuk program nyata untuk umat: pendidikan, ekonomi, dan pelayanan sosial,” ungkap beliau.

IKADI DIY juga mendukung penuh semangat MUI DIY dalam mengedepankan narasi moderat dan wasathiyah sebagai dasar persatuan umat, sejalan dengan prinsip Ahlussunnah wal Jama’ah yang menjunjung akhlak, ilmu, dan toleransi.

IKADI DIY berharap forum silaturahim ini dapat dilanjutkan secara berkala dan melahirkan forum strategis lintas ormas, guna merumuskan langkah-langkah konkret untuk kebaikan umat, bangsa, dan negara.

IKADI Dukung Program Deradikalisasi, Tegaskan Komitmen Jaga Keutuhan NKRI

Jakarta, 30 April 2025 — Ancaman radikalisme masih menjadi tantangan serius dalam menjaga kerukunan dan stabilitas sosial di Indonesia. Menyikapi hal ini, Ikatan Dai Indonesia (IKADI) menegaskan dukungannya terhadap upaya pemerintah dalam program deradikalisasi sebagai bagian dari penguatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “IKADI menyambut baik kegiatan ini dan terus konsisten berkolaborasi dengan Pemerintah, khususnya

IKADI Dukung Program Deradikalisasi, Tegaskan Komitmen Jaga Keutuhan NKRI Read More »

Jakarta, 30 April 2025 — Ancaman radikalisme masih menjadi tantangan serius dalam menjaga kerukunan dan stabilitas sosial di Indonesia. Menyikapi hal ini, Ikatan Dai Indonesia (IKADI) menegaskan dukungannya terhadap upaya pemerintah dalam program deradikalisasi sebagai bagian dari penguatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“IKADI menyambut baik kegiatan ini dan terus konsisten berkolaborasi dengan Pemerintah, khususnya dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dalam menjaga persatuan dan kerukunan umat Islam di Indonesia,” ujar Muhammad Zulkarnain Ali, Ketua Bidang Humas, Informasi, dan Advokasi PP IKADI, dalam kegiatan Konsolidasi Bersama Tokoh Agama dan Organisasi Keagamaan yang digelar BNPT di Hotel Millenium, Jakarta Pusat, Rabu (30/4/2025).

Zulkarnain menekankan pentingnya strategi dakwah yang efektif, baik secara internal maupun eksternal, untuk mengikis paham intoleran dan mencegah berkembangnya ideologi terorisme, terutama di tengah situasi pasca transformasi ekonomi-politik nasional.

Kegiatan yang bertajuk “Menjawab Tantangan Pasca Transformasi Ekonomi-Politik di Indonesia” ini turut menghadirkan sejumlah tokoh penting lintas agama dan organisasi keagamaan. Ketua Umum Lembaga Persahabatan Organisasi Islam dan Keagamaan (LPOI-LPOK), KH Said Aqil Siraj, dalam paparannya menyampaikan bahwa kondisi geopolitik dan ekonomi global yang tidak menentu mengharuskan Indonesia memperkuat posisinya sebagai kekuatan penyeimbang dunia.

“Indonesia berada di titik strategis dari konflik global. Kita punya peluang besar untuk menjadi jalan damai karena memiliki modal sosial sebagai negara muslim terbesar yang menjunjung tinggi toleransi, perdamaian, dan demokrasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, KH Said Aqil mendorong tokoh agama dan ormas keagamaan agar aktif menciptakan narasi-narasi positif demi menjaga keharmonisan masyarakat. “Kita harus gantikan narasi gelap dengan narasi yang cerah dan membangun. Waspadai dinamika global agar tidak ada penumpang gelap dari dalam maupun luar negeri,” tegasnya.

Selain itu, turut hadir sebagai narasumber antara lain Irjen Pol Ahmad Nurwahid (Staf Khusus Kemenko PMK), KH Dr Yusnar Yusuf Rangkuti (Ketua MUI Bidang Kerukunan Antarumat Beragama), Prof Dr Irfan Idris (Direktur Deradikalisasi BNPT), dan Prof Ai Fatimah Nur Fuad (Guru Besar Studi Islam Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA).

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai organisasi keagamaan seperti NU, Muhammadiyah, Mathlaul Anwar, Al-Irsyad, Ittihadiyah, Nahdlatul Wathan, DDI, Perti, PUI, Persis, PITI, PGI, MATAKIN, Walubi, serta tokoh lintas iman lainnya.

Melalui forum ini, IKADI menegaskan komitmennya untuk menjadi bagian aktif dalam menjaga keutuhan bangsa, memperkuat moderasi beragama, dan membangun harmoni sosial demi terciptanya Indonesia yang aman, damai, dan bersatu.

Ketua Umum IKADI KH Ahmad Kusyairi dan 11 Pimpinan Ormas Islam Bertemu di PBNU, Bahas Isu Strategis Umat dan Palestina

Jakarta, 30 April 2025 — Sebanyak dua belas pimpinan organisasi masyarakat (ormas) Islam dari berbagai latar belakang berkumpul dalam sebuah pertemuan penting di kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Rabu (30/4). Pertemuan ini disambut langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), didampingi Wakil Ketua Umum

Ketua Umum IKADI KH Ahmad Kusyairi dan 11 Pimpinan Ormas Islam Bertemu di PBNU, Bahas Isu Strategis Umat dan Palestina Read More »

Jakarta, 30 April 2025 — Sebanyak dua belas pimpinan organisasi masyarakat (ormas) Islam dari berbagai latar belakang berkumpul dalam sebuah pertemuan penting di kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Rabu (30/4). Pertemuan ini disambut langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), didampingi Wakil Ketua Umum PBNU KH Amin Said Husni dan KH Zulfa Mustofa, serta jajaran pengurus PBNU lainnya.

Dalam suasana yang penuh keakraban dan semangat ukhuwah Islamiyah, para tokoh membahas berbagai isu strategis yang tengah dihadapi umat Islam, baik di tingkat nasional maupun global. Di antara isu-isu yang dibicarakan adalah dinamika keumatan di dalam negeri, arah kebangsaan, serta perkembangan situasi internasional.

Isu Palestina menjadi pembahasan paling menonjol dalam forum tersebut. Para pimpinan ormas sepakat bahwa tragedi kemanusiaan yang terus berlangsung di tanah suci umat Islam tersebut harus mendapatkan perhatian serius dari seluruh elemen umat.

Tokoh-tokoh yang hadir dalam pertemuan ini antara lain:

  • KH Ahmad Kusyairi (Ketua Umum IKADI)

  • KH Adian Husaini (Ketua Umum Dewan Dakwah)

  • KH Bachtiar Nasir (Ketua Umum AQL)

  • KH Muhammad Zaitun Rasmin (Ketua Umum Wahdah Islamiyah)

Dalam pernyataan bersama, para pemimpin ormas menyampaikan komitmennya untuk memperkuat solidaritas dan merumuskan langkah-langkah bersama dalam membela isu-isu kemanusiaan global, khususnya perjuangan rakyat Palestina. Mereka menekankan pentingnya sinergi dan penyatuan suara umat Islam Indonesia dalam merespons dinamika internasional yang berdampak langsung terhadap umat.

Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk membangun kerja sama strategis antarormas Islam dalam merespons tantangan zaman dan menyuarakan aspirasi keumatan secara kolektif, terorganisir, dan berkesinambungan.

IKADI Kecam Genosida Israel di Gaza, Serukan Aksi Nyata dari Pemerintah dan Umat Islam

Jakarta, 7 April 2025 – Pengurus Pusat Ikatan Da’i Indonesia (PP IKADI) secara resmi menyatakan sikap mengecam keras tindakan genosida yang dilakukan oleh militer Israel terhadap warga sipil di Gaza, Palestina. Pernyataan ini dikeluarkan dalam surat resmi bernomor 784/SPS/PP-IKADI/IV/2025-1446 yang ditandatangani oleh Ketua Umum Dr. KH. Ahmad Kusyairi Suhail, MA dan Sekretaris Jenderal Dr. KH.

IKADI Kecam Genosida Israel di Gaza, Serukan Aksi Nyata dari Pemerintah dan Umat Islam Read More »

Jakarta, 7 April 2025 – Pengurus Pusat Ikatan Da’i Indonesia (PP IKADI) secara resmi menyatakan sikap mengecam keras tindakan genosida yang dilakukan oleh militer Israel terhadap warga sipil di Gaza, Palestina. Pernyataan ini dikeluarkan dalam surat resmi bernomor 784/SPS/PP-IKADI/IV/2025-1446 yang ditandatangani oleh Ketua Umum Dr. KH. Ahmad Kusyairi Suhail, MA dan Sekretaris Jenderal Dr. KH. Khairan M. Arif, MA., M.Ed.

Dalam pernyataannya, IKADI menyebut serangan brutal yang diperintahkan oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah menewaskan ribuan warga sipil tak bersenjata termasuk wanita dan anak-anak. Tindakan tersebut dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) dan merupakan bentuk nyata dari kejahatan genosida.

IKADI menyerukan lima poin utama sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap rakyat Palestina:

  1. Kecaman Keras kepada Israel – Mengutuk keras aksi genosida dan pembantaian brutal yang dilakukan Israel terhadap penduduk Gaza.
  2. Desakan kepada Pemerintah Indonesia – Meminta Presiden Prabowo Subianto dan jajaran pemerintahannya agar berperan aktif menghentikan agresi militer di Gaza serta mendorong pemimpin negara-negara Islam dan Arab untuk membebaskan Palestina dari penjajahan.
  3. Ajakan Donasi Kemanusiaan – Mengajak umat Islam Indonesia dan dunia untuk membantu rakyat Gaza melalui donasi berupa makanan, obat-obatan, dan tempat tinggal.
  4. Peran Para Da’i dan Khatib – Mengimbau para da’i dan khatib di seluruh Indonesia untuk menyampaikan penyadaran (tauiyah) kepada umat agar peduli dan mendukung perjuangan rakyat Palestina, terutama dalam menjaga Masjidil Aqsha dan Al-Quds.
  5. Do’a Qunut Nazilah di Seluruh Masjid – Mengajak seluruh imam masjid di Indonesia untuk memimpin Qunut Nazilah dalam shalat lima waktu, memohon kepada Allah agar membebaskan Gaza dan menghancurkan para pelaku kezaliman.

IKADI menutup pernyataannya dengan menyerukan semangat perjuangan dan ketawakalan kepada Allah SWT dalam menghadapi situasi ini. “Hasbunallah Wani’mal Wakiil,” tulis mereka dalam penutup.

IKADI DIY Sukses Gelar Pelatihan Hisab Rukyat

Yogyakarta, 9 Februari 2025 – Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menyelenggarakan Pelatihan Hisab Rukyat pada Ahad, 9 Februari 2025, bertempat di Ruang Sidang DPRD DIY. Acara ini dihadiri oleh 60 peserta yang berasal dari berbagai wilayah DIY dan sekitarnya, menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap topik ini. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi

IKADI DIY Sukses Gelar Pelatihan Hisab Rukyat Read More »

Yogyakarta, 9 Februari 2025 – Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menyelenggarakan Pelatihan Hisab Rukyat pada Ahad, 9 Februari 2025, bertempat di Ruang Sidang DPRD DIY. Acara ini dihadiri oleh 60 peserta yang berasal dari berbagai wilayah DIY dan sekitarnya, menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap topik ini.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi peserta dalam memahami dan menerapkan metode hisab rukyat, sebuah teknik pengamatan bulan yang digunakan untuk menentukan awal bulan dalam kalender Hijriyah. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat kesadaran masyarakat tentang peran penting hisab rukyat dalam penentuan waktu ibadah, seperti awal Ramadhan dan Syawal.

Ust. Endri Nugraha Laksana, M.H., Ketua IKADI DIY, menyampaikan, “Kami sangat bersyukur atas terselenggaranya pelatihan ini. Melalui kegiatan ini, kami berharap peserta dapat lebih memahami dan terampil dalam melakukan hisab rukyat, serta mampu menyebarkan ilmu ini kepada masyarakat luas.”

Acara dibuka secara resmi oleh Drs. H. Sa’ban Nuroni, M.A., Kepala Bidang Urusan Agama Islam (URAIS) Kemenag DIY. Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber kompeten, yaitu Ust. Endri Nugraha Laksana, M.H., yang membahas aspek fikih hisab rukyat, dan Dr. Ing. Rinto Anugraha, S.Si., M.Si., pakar astronomi dari Universitas Gadjah Mada, yang memaparkan teori dasar hisab rukyat.

Selain sesi teori, peserta juga diajak untuk mempraktikkan langsung perhitungan hisab rukyat menggunakan Aplikasi Accurate Time 5.7. Mereka diberikan tugas untuk menghitung awal bulan Ramadhan dan Syawal 1446 H. Dengan bimbingan Tim Hisab Rukyat IKADI DIY, peserta terlihat antusias mengikuti setiap tahapan praktik.

IKADI DIY berharap, pelatihan ini dapat menjadi langkah strategis dalam mengurangi perbedaan pendapat terkait penentuan awal bulan Hijriyah, khususnya Ramadhan dan Syawal. Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat, diharapkan kesatuan dalam penentuan waktu ibadah dapat tercapai.

Informasi Kontak:
Muhamad Mujari, S.T.
PW IKADI DIY
081328853114
mmujari@gmail.com

IKADI DIY Terima Silaturrahmi dan Kunjungan dari Komisi Ukhuwah MUI DIY

Yogyakarta, 1 Februari 2025 – Pada hari Sabtu, 1 Februari 2025, Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang dipimpin oleh Ketua PW IKADI Ust. Endri Nugraha Laksana, M.H., menerima silaturrahmi dan kunjungan dari Komisi Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) DIY yang dipimpin oleh Ketua Komisi Ukhuwah MUI DIY Drs. H. Anthony Hidayat bersama

IKADI DIY Terima Silaturrahmi dan Kunjungan dari Komisi Ukhuwah MUI DIY Read More »

Yogyakarta, 1 Februari 2025 – Pada hari Sabtu, 1 Februari 2025, Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang dipimpin oleh Ketua PW IKADI Ust. Endri Nugraha Laksana, M.H., menerima silaturrahmi dan kunjungan dari Komisi Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) DIY yang dipimpin oleh Ketua Komisi Ukhuwah MUI DIY Drs. H. Anthony Hidayat bersama anggota.

Kunjungan ini bertujuan untuk bersinergi dengan organisasi kemasyarakatan (ormas) untuk mewujudkan ukhuwwah Islamiyah, yaitu persaudaraan dan kesatuan di antara umat Islam. Dalam pertemuan ini, kedua belah pihak membahas tentang bagaimana cara mengembangkan kerja sama dan sinergi untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya ukhuwwah Islamiyah di masyarakat.

“Kami sangat senang dapat menerima silaturrahmi dan kunjungan dari Komisi Ukhuwah MUI DIY. Semoga memberikan keberkahan dan manfaat bagi IKADI,” kata Ust. Endri Nugraha Laksana, Ketua PW IKADI DIY. “Kami berharap kerja sama ini dapat membantu meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya ukhuwwah Islamiyah di masyarakat, serta memperkuat hubungan di antara umat Islam.”

Anthony Hidayat, Ketua Komisi Ukhuwah MUI DIY, juga menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan langkah awal untuk memperkuat kerja sama dengan ormas-ormas lainnya di DIY. “Kami berharap kerja sama ini dapat membantu mewujudkan ukhuwwah Islamiyah yang kuat dan solid di DIY, serta memperkuat hubungan di antara umat Islam, meskipun tantangannya cukup berat.” katanya.

Dalam pertemuan ini, kedua belah pihak juga membahas tentang rencana-rencana kerja sama yang akan dilakukan di masa mendatang, termasuk pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang ukhuwwah Islamiyah di masyarakat.

Komisi Ukhuwah MUI DIY meminta tanggapan dari IKADI terkait upaya untuk merekatkan ukhuwah Islamiyah. Beberapa tanggapan dari IKADI terkait problem besar umat Islam, siapa tahu bisa menjadi usulan program MUI, diantaranya:
– Banyak aktivis Islam tidak patuh pada fatwa Ulama, cenderung pada fatwa personal, yang heroik dan seolah paling benar.
– Banyak aktivis Islam yang berpikiran tertutup (close minded), sehingga sulit menerima pendapat yang berbeda dan cenderung memaksakan pendapat.
– Harapannya ke depan, ada program dari MUI yang bisa menjadikan aktivis Islam menjadi open minded.
– Kurangnya tafaqquh fiddiin di tengah-tengah umat, sehingga friksi/gesekan semakin menguat.
– Dakwah wasatiyah perlu terus ditebarkan ke masyarakat.
– Perlu menumbuhkan cinta sesama muslim sehingga mengalahkan rasa benci antar sesama muslim.
– Menyebarkan buku dakwah karya MUI kepada ormas dan masyarakat.

Acara silaturrahmi dan kunjungan ditutup dengan pemberian cinderamata IKADI kepada MUI DIY dan foto bersama.

Kontributor : Muhamad Mujari

IKADI DIY Hadir dalam Seminar dan Lokakarya Pemberantasan Miras dari Perspektif Hukum, Keamanan, dan Dakwah Islamiyah

Yogyakarta, 14 November 2024 – Ikatan Dai Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (IKADI DIY) turut hadir dalam Seminar dan Lokakarya bertajuk “Pemberantasan Miras dari Perspektif Hukum, Keamanan, dan Dakwah Islamiyah” yang diselenggarakan oleh Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Daerah Istimewa Yogyakarta. Acara ini berlangsung pada Kamis, 14 November 2024, di Hotel Burza Yogyakarta. Ketua PW

IKADI DIY Hadir dalam Seminar dan Lokakarya Pemberantasan Miras dari Perspektif Hukum, Keamanan, dan Dakwah Islamiyah Read More »

Yogyakarta, 14 November 2024 – Ikatan Dai Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (IKADI DIY) turut hadir dalam Seminar dan Lokakarya bertajuk “Pemberantasan Miras dari Perspektif Hukum, Keamanan, dan Dakwah Islamiyah” yang diselenggarakan oleh Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Daerah Istimewa Yogyakarta. Acara ini berlangsung pada Kamis, 14 November 2024, di Hotel Burza Yogyakarta.

Ketua PW IKADI DIY, Ustadz Endi Nugraha Laksana, S.Pd., M.Hum., menghadiri acara ini bersama Ketua Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial, Juni AD, S.Psi., M.Med. Acara dibuka oleh Ketua MUI DIY, Prof. Dr. KH. Machasin, MA., yang dilanjutkan dengan pemaparan dari para narasumber. Wadirbinmas Polda DIY, AKBP Sulistiyono, S.Pd., M.Psi., membahas pemberantasan miras di Yogyakarta dari sudut pandang hukum dan keamanan. Prof. Dr. KH. Tulus Musthofa, Lc., M.A., kemudian menyampaikan pandangan dari perspektif Dakwah Islamiyah.

Peredaran minuman keras (miras) di Daerah Istimewa Yogyakarta saat ini menjadi sorotan berbagai kalangan. Kemudahan akses dan penyebaran miras yang semakin luas di berbagai lapisan masyarakat menjadi ancaman serius, terlebih setelah terjadinya insiden penusukan terhadap dua santri Pondok Pesantren Krapyak beberapa hari yang lalu. Kejadian ini menunjukkan nyata bahaya miras terhadap keamanan dan ketenteraman masyarakat. Hal ini merusak citra Yogyakarta sebagai kota pendidikan dan budaya.

Dampak minuman keras dapat dilihat dari berbagai perspektif. Dari sisi kesehatan, konsumsi miras dapat menyebabkan berbagai gangguan, seperti kerusakan saraf, gangguan jantung, gangguan metabolisme, gangguan reproduksi, penurunan kecerdasan, kenaikan berat badan, gangguan hati, tekanan darah tinggi, hingga kejang, hilangnya kesadaran, dan bahkan kematian.

Dari sisi keamanan sosial, miras dapat mengganggu ketenteraman, merusak moral generasi muda, serta menciptakan ketidaknyamanan dalam rumah tangga. Sementara itu, dari sisi agama, Islam melarang umatnya mengonsumsi miras karena dapat menimbulkan berbagai keburukan, baik yang dirasakan secara langsung maupun di masa mendatang. Miras juga dapat membuat seseorang kehilangan kontrol diri, yang bisa berujung pada pelanggaran atau tindak kejahatan.

Berdasarkan situasi ini, Komisi Dakwah MUI DIY merasa perlu mengangkat permasalahan miras dalam forum yang melibatkan berbagai elemen pemerintah dan masyarakat. Langkah ini mencerminkan peran strategis MUI sebagai shadiiqul hukumah (mitra pemerintah) dan khaadimul ummah (pelayan umat) dalam menjaga dan melindungi kesejahteraan masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Liputan : Juni Al Jundi