IkadiDIY.com

Naskah Khutbah Jumat 2 September 2021, Edisi 269, Ikadi DIY: RAMBU-RAMBU PERJALANAN MENUJU KAMPUNG AKHIRAT

RAMBU-RAMBU PERJALANAN MENUJU KAMPUNG AKHIRAT

Oleh: Ust. Muhamad Mujari, S.T.
(Bidang Humas dan Media, PW Ikadi DIY)

 

Download PDF Materi Khutbah Jumat Ikadi klik dibawah ini:

 

Download MS Word Materi Khutbah Jumat Ikadi klik dibawah ini:

 

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ جَعَلَ الدُّنْيَا زَادًا لِلْيَوْمِ الْآخِر، وَأَعَدَّ لِمَنْ آمَنَ بِهِ الْجَزَاءَ الْوَافِر.

وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَه، وَلِيُّ الْمُؤْمِنِيْنَ وَعَلَى نَصْرِهِمْ قَادِر،  وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلُه، لِلْهِدَايَةِ دَلِيْلٌ وَلِلْحَقِّ آمِر،  فَصَلِّ اللهم وَبَارِكْ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْن، وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.

أَمَّا بَعْد؛

فَيَا عِبَادَ الله، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: ((يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ)).

((يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا)).

 

Hadirin Jamaah Jumat rahimakumullah,

Hidup di dunia adalah sementara. Ibarat seorang musafir yang melewati sebuah kampung. Ia berhenti sejenak kemudian melanjutkan perjalanan. Rasulullah saw. memberikan pesan kepada kita, yang dahulu telah disampaikan kepada Ibnu Umar r.a.

 

كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَابرُ السَّبِيلِ.

Jadilah dirimu di dunia ini seperti orang asing atau seperti seorang musafir yang melewati sebuah jalan.(H.r. H.r. Al-Bukhari, at-Tirmidzi, Ibnu Majah,
dan Ahmad)

 

Allah ta’ala juga mengingatkan kepada kita bahwa dunia ini adalah permainan dan senda gurau semata, sebagaimana firman Allah ta’ala.

 

وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ ۗ وَلَلدَّارُ الْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لِّلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَ ۗ  اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ.

“Dan tidaklah kehidupan dunia ini selain dari permainan dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?” (Q.s. Al-An’am: 32).

 

Itulah gambaran kehidupan kita di dunia ini. Dunia yang kita tempati saat ini hanyalah persinggahan sementara. Jangan sampai kita terkecoh akan keindahan dan kenikmatannya sehingga melupakan kita akan kampung akhirat. Agar perjalanan kita di dunia menuju kampung akhirat bisa sukses maka setidaknya ada beberapa rambu-rambu yang harus senantiasa kita penuhi, yaitu:

 

Pertama, menetapkan tujuan

Sebuah perjalanan akan sukses jika pertama kali kita menetapkan tujuan yang jelas. Jika kita berencana bepergian tetapi tujuan tidak jelas, maka jangan harap kita bisa sampai pada tempat yang kita tuju, karena dari awal memang tidak punya tujuan. Demikian halnya, jika tujuan perjalanan hidup kita tidak jelas jangan harap kita bisa selamat meniti perjalanan ini hingga akhir. Lalu, apa tujuan hidup kita sebenarnya? Tujuan hidup kita adalah ridha Allah (mardhotillah) dan akhir dari perjalanan panjang kita adalah kampung akhirat. Allah ta’ala berfirman,

 

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّشْرِيْ نَفْسَهُ ابْتِغَآءَ مَرْضَاتِ اللّٰهِ ۗ وَاللّٰهُ رَءُوْفٌ بِالْعِبَادِ.

“Dan diantara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah, dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.”(Q.s. Al-Baqarah: 207).

 

Oleh karena itu, setiap amal ibadah yang kita lakukan di dunia harus kita jadikan sebagai amal yang diridhai oleh Allah ta’ala. Jika amal telah diridhai oleh Allah maka ia akan menjadi amal terbaik (ahsanu ‘amala). Amal kita akan menjadi terbaik jika dilakukan ikhlas karena Allah dan benar sesuai tuntunan Rasulullah saw.. Dengan demikian, insyaa Allah, Allah akan mencurahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita sehingga kita akan selamat masuk surga karena rahmat dan karunia-Nya. Rasulullah saw. bersabda,

 

قَارِبُوا وَسَدِّدُوا وَاعْلَمُوا أَنَّهُ لَنْ يَنْجُوَ أَحَدٌ مِنْكُمْ بِعَمَلِه، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَلَا أَنْتَ؟ قَالَ: وَلَا أَنَا، إِلَّا أَنْ يَتَغَمَّدَنِيَ اللَّهُ بِرَحْمَةٍ مِنْهُ وَفَضْلٍ.

“Senantiasa mendekatlah (kepada Allah) dan luruslah kalian (istiqamah), dan ketahuilah sesungguhnya salah seorang di antara kalian tidak akan selamat karena amalnya. Para sahabat bertanya, Apakah tidak juga Engkau wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab, tidak juga aku. Akupun tidak selamat karena amalku hanya saja Allah mencurahkan rahmat dan karunianya kepadaku.” (H.r. Muslim).

 

Hadirin Jamaah Jumat Rahimakumullah

Kedua, mempersiapkan bekal perjalanan

Bekal, apapun bentuknya sangat diperlukan dalam sebuah perjalanan, termasuk perjalanan menuju kampung akhirat. Perjalanan kita menuju kampung akhirat jauh lebih panjang daripada perjalanan-perjalanan yang pernah kita lakukan di dunia. Perjalanan kita pun dalam rangka menemui Dzat yang Maha Mulia. Maka, bekal yang harus kita siapkan jauh lebih banyak dan lebih spesial di mata Allah. Apa bekal yang paling baik di mata Allah? Bekal itu bukan harta berupa emas, permata maupun dolar Amerika. Bukan pula tahta, jabatan, pangkat dan kedudukan di mata manusia. Bukan pula wanita yang selalu kita puja, bukan pula ketampanan atau kecantikan yang biasa kita banggakan. Bekal terbaik di mata Allah adalah takwa. Allah ta’ala berfirman,

 

وَتَزَوَّدُوْا فَاِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰى ۖ  وَاتَّقُوْنِ يٰٓاُولِى الْاَلْبَابِ.

“Berbekallah kalian, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal” (Q.s. Al-Baqarah: 197).

 

Takwa inilah yang harus senantiasa kita bawa dalam setiap perjalanan hidup kita, di manapun dan kapanpun. Rasulullah saw. bersabda:

 

اتَّقِ اللَّهِ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعْ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ.

“Bertakwalah kepada Allah di mana saja kalian berada, dan ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik niscaya perbuatan baik itu akan menghapus keburukan dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik”
(H.r. At-Tirmidzi, Ahmad dan ad-Darimi)

 

Dengan takwa tersebut, insyaa Allah kita akan senantiasa istiqamah menjalani hidup. Tidak mudah terombang-ambing dalam kehidupan. Mantap dalam menatap masa depan kehidupan setelah mati (akhirat).

 

Hadirin Jamaah Jumat Rahimakumullah

Ketiga, berpedoman pada petunjuk

Petunjuk mutlak diperlukan dalam setiap perjalanan, apapun nama dan jenis perjalanan tersebut. Seorang musafir, jika ingin selamat sampai tujuan pasti membutuhkan petunjuk arah berupa GPS, kompas, peta, atau tanda alam. Jika petunjuk itu tidak ada, atau ada petunjuk tetapi tidak mau berpedoman padanya niscaya mereka akan tersesat sehingga tidak bisa sampai pada tempat yang dituju.

 

Demikian halnya dengan perjalanan panjang kita menuju kampung akhirat. Perjalanan tersebut justru lebih pelik dan berliku. Oleh karena itu, mutlak memerlukan petunjuk yang dapat mengantarkan kepada tujuan akhir kita. Petunjuk itu adalah Al-Qur’an dan As-Sunnah. Rasulullah saw. bersabda,

 

تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ.

“Aku tinggalkan kepada kalian dua perkara yang kalian tidak akan tersesat selama kalian berpegang teguh kepada keduanya, yaitu Kitab Allah (Al-Qur’an) dan Sunnah Nabi” (H.r. Malik)

 

Al-Qur’an dan As-Sunnah, inilah petunjuk yang pasti benar. Petunjuk yang langsung disampaikan oleh Dzat yang Maha Benar. Maka, marilah kita senantiasa berinteraksi dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan semangat 5 M, yaitu membaca, menghafal, memahami, mengamalkan, dan mengajarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Insyaa Allah hidup kita akan berkah, manfaat, dan selamat dunia akhirat.

 

Hadirin Jamaah Jumat Rahimakumullah

Keempat, memiliki teman yang satu visi

Teman dalam perjalanan sangat diperlukan agar dapat saling menjaga dan mengingatkan. Maka kita perlu memperbanyak teman yang baik (salih) dan satu visi misi dalam kehidupan. Teman di sini dapat dipahami secara luas meliputi banyak hal, misalnya teman sejati dalam hidup kita yaitu suami atau istri, teman dalam sebuah keluarga yaitu anak dan saudara, teman dalam lingkungan tetangga, teman karib dalam medan dakwah, teman dalam profesi, dan sebagainya. Semua teman tersebut akan menentukan kualitas diri kita. Seseorang bisa dilihat dari keadaan teman-temannya. Demikianlah Rasulullah saw. bersabda,

 

الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ.

“Seseorang itu sesuai dengan agama temannya. Oleh karena itu, perhatikanlah siapa yang menjadi teman kalian.” (H.r. Abu Dawud).

 

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

 

Khutbah Kedua:

 

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ.

أَشْهَدُ أنْ لاَ إِلَهَ إلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُه.

((يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ)).

((يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا)).

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا وَحَبِيْبِنَا وَشَفِيْعِنَا وَكَرِيْمِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ اْلأَوَّلِيْنَ وَاْلأَخِرِيْنَ وَسَلِّمْ وَرَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْ كُلِّ صَحَابَةِ رَسُوْلِ اللهِ أَجْمَعِيْنَ .

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْن، حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَ يُكَافِئُ مَزِيْدَهُ.

يَا رَبَّناَ وَلَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ، فَيَا قَاضِيَ الْحَاجَات

رَبَّناَ اغْفِرْ لَناَ ذُنُوْبَناَ وَلِوَالِدِيْناَ وَارْحَمْهُمْ كَمَا رَبَّوْناَ صِغَاراً.

للَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِيْ هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِيْ إِلَيْهَا مَعَادُنَا، وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِيْ كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ.

اَللَّهُمَّ اِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَمِنْ دُعَاءِ لَا يُسْتَجاَبُ لَهُ.

اَللَّهُمَّ أَعِـزَّ اْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْن، وَدَمِّـرْ أَعْـدَاءَ الدِّيْنِ، وَاخْذُلْ مَنْ خَـذَلَ اْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْن.

اللّـهُمَّ اِنّا نَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنَا دَوْلَةً كَريمَةً، يُعِزُّ بِهَا الإِسْلاَمُ وَأَهْلُهُ، وَيُذَلُّ بِهَا النِّفاقَ وَأَهْلُهُ، وَتَجْعَلُنَا فِيْهَا مِنَ الدُّعاةِ إِلَى طاعَتِكَ، وَالْقادَةِ إِلَى سَبيلِكَ، وَتَرْزُقُنا بِها كَرامَةَ الدُّنْيا وَالأَخِرَة.

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ شَبَابَ الْمُسْلِمِيْنَ، وَحَبِّبْ إِلَيْهِم الإِيْمَانَ وَزَيِّنْهُ فِيْ قُلُوبِهِمْ، وَكَرِّهْ إِلَيْهِم الْكُفْرَ وَالفُسُوْقَ وَالعِصْيَانَ، وَاجْعَلْهُمْ مِنَ الرَّاشِدِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِين، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

أَقِيْمُوا الصَّلَاة…

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *