IkadiDIY.com

Naskah Khutbah Jumat 20 Agustus 2021, Edisi 267, Ikadi DIY: HIJRAH MENUJU KEMERDEKAAN DARI PANDEMI COVID-19

HIJRAH MENUJU KEMERDEKAAN

DARI PANDEMI COVID-19

 

Oleh: Ust. Wahyudin, S.Pd.I
(Sekretaris PW Ikadi DIY)

 

Download PDF Materi Khutbah Jumat Ikadi klik dibawah ini:

 

Download MS Word Materi Khutbah Jumat Ikadi klik dibawah ini:

  

 اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ جَعَلَ هِجْرةَ نَبِيِّهِ نَقْلَةً نَوْعِيَّة، وَانْطِلاَقَةً تَارِيْخِيَّة،  فِيِ حَيَاةِ أُمَّتِهِ وَفِي مُسْتَقْبَلِ الْبَشَرِيَّة.

نَحْمَدُهُ جَلَّ وَعَلَا عَلَى نِعَمِهِ الْكَثِيْرَة، وَفَضَائِلِهِ الْغَزِيْرَة، وَآلَائِهِ الْوَفِيْرَة.

وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَه، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُه، كَشَفَ اللهُ تَعَالَى بِهِ الْغُمَّة، وَهَدَى بِهِ الْأُمَّة، فَصَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.

أَمَّا بَعْد؛

فَياَ عِبَادَ الله، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى الله فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُون، قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

 

Jamaah sidang Jumat rahimakumullah

Kita baru saja memasuki tahun baru Islam, yaitu 1 Muharam 1443 Hijriah bertepatan pada tanggal 9 Agustus 2021 kemarin. Penetapan penanggalan Hijriah yang kita peringati itu berkaitan erat dengan peristiwa hijrah yang sudah kita ketahui bersama. Peristiwa hijrah bukanlah peristiwa biasa, tetapi dia adalah skenario Ilahi dan perintah Allah Subhanahu wa ta’ala yang Mahaluas Ilmu-Nya kepada Rasulullah dan para shahabatnya. Oleh sebab itu, selalu ada hikmah dan pelajaran penting yang dapat kita petik dari peristiwa itu.

 

Di sisi lain, beberapa hari yang lalu kita juga baru memperingati hari kemerdekaan RI yang ke-76 pada tanggal 17 Agustus 2021. Kedua peringatan ini beriringan hanya berselang satu pekan. Sayangnya, peringatan kedua peristiwa penting ini masih terbalut suasana pandemi Covid-19 yang kita belum tahu kapan berakhirnya. Semoga peristiwa hijrah yang kita peringati bisa menjadi semangat kita untuk “merdeka” dari Covid-19.

 

Jamaah sidang Jumat rahimakumullah

Secara zahir, peristiwa hijrah adalah perintah Allah bagi junjungan kita baginda Rasulullah Shallallahu ’alayhi wa sallam dan para shahabat Radhiyallahu ’anhum untuk berpindah dari Makkah Al-Mukarramah menuju Yatsrib, atau yang sekarang dikenal sebagai Madinah Al-Munawwarah. Mereka meninggalkan tanah kelahiran itu dengan hati yang berat. Kita barangkali juga dapat membayangkan, bagaimana kepiluan mereka saat meninggalkan tanah kelahiran yang amat dicintai.

 

Hijrah bukanlah peristiwa pelarian seorang pemimpin agama, tetapi dia merupakan perjuangan berat yang penuh luka dan medan perjalanan yang berat. Dia adalah perintah Allah Subhanahu wa ta’ala untuk mempertahankan dan menegakkan risalah Allah yang sedang beliau emban, yaitu Dinul Islam. Hal ini dilakukan, karena kaum Muslimin pada saat itu tidak bebas “merdeka” untuk melaksanakan perintah Allah; menegakkan syariat-Nya di negeri yang “terjajah” oleh penguasa setempat.

 

Jamaah sidang Jumat rahimakumullah

Begitulah gambaran beratnya ujian yang dihadapi baginda Nabi Shallallahu ’alayhi wa sallam dan para shahabat Radhiyallahu ’anhum ketika berhijrah. Oleh karena itu, mari kita ambil pelajaran-pelajaran penting darinya untuk kita terapkan dalam kehidupan kita saat ini dan yang akan datang untuk selalu berproses menuju arah yang lebih baik.

 

Hijrah mengajarkan kita untuk menjadi mukmin dan Muslim sejati, menjadi penolong agama Allah dan berjuang untuk keluar dari kondisi yang sulit. Di masa ini, hijrah yang harus kita lakukan adalah berjuang mengalahkan pandemi Covid-19 ini.

 

Jamaah sidang Jumat rahimakumullah

Lalu apa makna hijrah kita saat ini?

 

Pertama, selalu berproses menuju arah yang lebih baik. Caranya adalah dengan menambah wawasan dan pengetahuan, mengikuti kajian-kajian, dan sebagainya. Kaitannya dengan wabah Covid-19 ini adalah kita harus meng-update berbagai informasi tentang upaya pencegahan pandemi ini.

 

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (Q.s. Ar Ra’d: 11)

 

Jadi, dengan cara ini kita telah berupaya untuk tidak terpengaruh oleh berita hoax yang menyesatkan. Selain itu, kita juga dapat memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang masalah yang kita hadapi ini dengan sebaik-baiknya.

 

Kedua, meninggalkan segala hal yang buruk atau negatif menuju hal-hal yang lebih baik atau positif, baik dalam hal pikiran, keinginan, perkataan, maupun perbuatan. Hal ini merupakan sebuah konsekuensi yang harus dijalankan ketika kita ingin berproses menuju arah yang lebih baik. Sebagaimana sabda Rasulullah ketika menggambarkan makna hijrah:

 

المُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ المُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ،  وَالمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ

Seorang Muslim adalah orang yang kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya, dan seorang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan
sesuatu yang dilarang oleh Allah.
(H.r. Al-Bukhari).

 

Jamaah sidang Jumat rahimakumullah

Makna hijrah kita yang ketiga adalah meninggalkan egoisme menuju kerjasama dengan semua komponen masyarakat. Dalam Al-Qur`an surah Al-Ma`idah ayat 2 difirmankan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala,

 

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. (Q.s. Al-Ma`idah: 2).

 

Perjuangan hijrah adalah perjuangan berat. Meraih kemerdekaan juga perjuangan berat. Saat ini, berjuang membebaskan diri dari cengkeraman “penjajahan” pandemi Covid-19 juga bukan sebuah perjuangan yang ringan. Dia bukan hanya kewajiban pemerintah, tetapi juga harus menjadi perjuangan seluruh komponen masyarakat yang bersama-sama ingin “hijrah” menuju kehidupan yang normal, “merdeka” dari penjajah yang tak kasat mata ini.

 

Jamaah sidang Jumat rahimakumullah

Makna hijrah kita yang keempat adalah hijrah menuju kepasarahan dan kebergantungan kepada Allah Ash-Shamad. Setelah kita berikhtiar dengan berbagai upaya, kini saatnya kita mengetuk pintu langit; bermunajat pada Allah ’Azza wa jalla, menengadahkan tangan, berharap ampun dan pertolongan Allah Subhanahu wa ta’ala dengan doa-doa penuh kekhusyukan, tawadhu, dan tadharru’.

 

Tawadhu adalah perilaku manusia yang memiliki watak tunduk, rendah hati, tidak sombong, dan tidak memandang rendah terhadap sesama. Dia adalah sikap batin yang menjelma dalam praktik lahiriyah secara wajar dan bijaksana. Sedangkan tadharru’ mengandung makna tadzallul (kerendahan dan kehinaan diri) dan istiqamah (ketundukan diri). Firman Allah Subhanahu wa ta’ala:

 

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
 (Q.s. Al-A’raf: 55).

 

Jamaah sidang Jumat rahimakumullah

Di luar itu semua, ada hal yang paling mendasar dan hikmah yang agung dari adanya pandemi Covid-19 ini, yaitu wajibnya memperbarui keislaman kita kepada Allah Sang Pemilik dan Pengatur alam semesta ini. Dan inilah yang paling utama sebelum kita melakukan langkah-langkah di atas.

 

Keyakinan kepada Allah, keimanan kepada Al-Khaliq, akhlak kepada-Nya, dan cara ibadah serta permohonan kita kepada Pemilik Kehidupan ini harus terus diperbarui dengan “software” yang asli. Tidak boleh tambal sulam.

 

Salah satu contohnya, kita mengetahui betapa besar pahala dari ibadah haji ke Baitullah. Tetapi sudah dua tahun ini ibadah tersebut dibatasi pelaksanaannya. Seolah Allah Al-’Aziz dan Al-Kabir itu “memaklumatkan” bahwa Dia tidak membutuhkan ibadah hamba-Nya. Barangkali sebagian orang merasa bangga dengan gelar haji yang disandangnya, sedangkan Allah tidak menyukainya. Maka, dibatasilah pelaksanaan ibadah haji dengan pandemi ini.

 

Kita beribadah atau tidak, kita taat atau ingkar, kita maksiat atau tidak, kita melakukan amal kebaikan atau tidak, sama sekali tidak berpengaruh pada keagungan Allah Ta’ala. Dalam sebuah hadis qudsi Allah berfirman,

 

يَا عِبَادِي لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا عَلَى أَتْقَى قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مِنْكُمْ مَا زَادَ ذَلِكَ فِي مُلْكِي شَيْئًا يَا عِبَادِي لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا عَلَى أَفْجَرِ قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِنْ مُلْكِي شَيْئًا

Wahai hamba-Ku, andai seluruh manusia dan jin dari yang paling awal sampai yang paling akhir, seluruhnya menjadi orang yang paling bertakwa, hal itu sedikit pun tidak menambah kekuasaan-Ku. Wahai hamba-Ku, andai seluruh manusia dan jin dari yang paling awal sampai yang paling akhir, seluruhnya menjadi orang yang paling bermaksiat, hal itu sedikit pun tidak mengurangi kekuasaan-Ku.” (H.r. Muslim).

 

Jamaah sidang Jumat rahimakumullah

Mari kita siapkan tekad kita; bersiap-siap untuk hijrah. Hijrah menuju arah yang lebih baik dalam segala aspek selama menjalani kehidupan, karena memang hijrah menuju arah yang lebih baik harus terus dilakukan sepanjang hayat. Kini saatnya juga kita berjuang dan berhijrah menuju keadaan yang lebih baik; meraih “kemerdekaan” dari pandemi Covid-19. Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala memudahkan langkah kita semua. Amin ya Rabbal ’alamin.

 

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِى الْقُرْآنِ الْعَظِيْم، وَنَفَعَنِىْ وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآياَتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْم، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْم.

أَقُوْلُ قَوْلِي هذَا، وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الغَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَات، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم.

 

Khutbah Kedua:

الْحَمْدُ لله عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِه، وَأَشهَدُ أَن لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ تَعْظِيْمًا لِشَأْنِه، وأَشهدُ أنَّ نَبِيَّنَا مُحمَّدًا عَبدُهُ وَرَسُولُهُ الدَّاعِي إِلى رِضْوَانِه.

 أَمَّا بَعْد؛

فَيَا عَبَادَ الله، اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلاَ تَـمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُون:

﴿إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً﴾

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدَ الشَّاكِرِيْنَ، حَمْدَ النَّاعِمِيْنَ، حَمْدًا يُّوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ اْلحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلاَ لِكَ اْلكَرِيْمِ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِك.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إنَّكَ حَمِيْدٌ مَـجِيْد، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْـخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْن، أَبِيْ بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيّ، وَعَنِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعَيْن، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِمَنـِّكَ وَكَرِمِكَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِيْن .

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ، وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ.

اَللَّهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلَامَ وَالْـمُسْلِمِين، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْـمُشْرِكِيْن، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْن، وَاجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِناً مُطْمَئِنّاً وَسَائِرَ بِلَادِ الْـمُسْلِمِيْن، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْن

اَللَّهُمَّ فَرِّجْ هَمَّ الْـمَهْمُوْمِين، وَنَفِّسْ كَرْبَ الْـمَــكْرُوْبِين، وَاقْضِ الدَّيْنَ عَنَ الْـمَدِيْنِيْن، وَاشْفِ مَرْضَانَا وَمَرْضَى الْـمُسْلِمِين،

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا، وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

اَللَّهُمَّ لاَ تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَه، وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَه، وَلاَ دَيْنًا إِلاَّ قَضَيْتَه، وَلاَ حَاجَةً مِنْ حَوَائِجِ الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ إِلاَّ قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْم.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

والْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *