IkadiDIY.com

Naskah Khutbah Jumat 17 Desember 2021 Edisi 284, Ikadi DIY: CERDAS MENCERMATI BERITA HOAX

CERDAS MENCERMATI BERITA HOAX

Oleh: Ust. Mohamad Mufid, M.Pd.I
(Ketua PD IKADI Kota Prabumulih, Sumatera Selatan)

 

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَمَرَ بِالصِّدْقِ فِي الْكَلَام، وَجَعَلَ الْكَذِبَ مِنْ كَبَائِرِ الْآثَام، لِأَنَّهُ سَبَبٌ لِّلْفِرَاقِ وَالْمَصَائِبِ الْعِظَام.

وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَه، كَثِيْرُ الْعَطَايَا وَالْإِنْعَام، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه، رَفِيْعَ الْمَنْزِلَةِ وَعَالِي الْمَقَام.

صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْه، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ اْلقِيَامِ وَالصِّيَام، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمٍ الزِّحَام. أَمَّا بَعْدُ؛

فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِالتَقْوَى، فَهِيَ الزَّادُ فِي الدُّنْيَا، وَالنَّجَاةُ فِي الْأُخْرَى، قَالَ اللّٰهُ تَعَالَىٰ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ: «يَآ أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ». «يَآ أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ»

 

wnload PDF Materi Khutbah Jumat Ikadi klik dibawah ini:

 

Download MS Word Materi Khutbah Jumat Ikadi klik dibawah ini:

 

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Kemunculan fenomena berita hoax saat ini semakin tidak terbendung. Perkembangan dan penyebarannya meluas bukan hanya di ibu kota saja, tetapi sudah menyebar sampai ke pelosok negeri melalui media sosial. Dengan telepon seluler yang kita miliki, informasi apa pun dapat diperoleh hanya dengan menggerakkan jari jemari. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati agar jangan sampai menjadi korban berita hoaks.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Rasulullah pernah menjadi korban berita hoaks. Salah satu hoaks atau fitnah yang menimpa Rasulullah dan keluarganya dapat kita lihat dari kisah fitnah yang menimpa Ummul Mukminin, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha.

Dikisahkan dalam sebuah perjalanan pulang dari peperangan, rombongan kaum muslimin berhenti di suatu tempat dekat kota Madinah. Saat itu ‘Aisyah yang ikut menemani Rasulullah berperang menyadari bahwa kalungnya telah putus dan hilang. ‘Aisyah yang berada dalam haudaj (semacam tenda kecil yang diletakkan di atas punggung unta) segera kembali ke tendanya untuk mencari kalung yang hilang tersebut. Sementara itu, orang-orang yang membawa tandu Aisyah tidak menyadari bahwa beliau tidak berada di dalamnya.

Setelah sekian lama mencari kalung tersebut, ternyata kalung itu tidak ditemukan. ‘Aisyah pun kembali menuju tandunya. Ketika sampai, beliau terkejut karena telah ditinggal rombongan. Ketika itu, muncullah Shafwan bin Mu’aththal, salah seorang pasukan yang bertugas di barisan belakang. Shafwan menyuruh ibunda ‘Aisyah untuk menaiki untanya, dan ia sendiri berjalan kaki sambil menuntun unta.

Setelah sekian lama berjalan, akhirnya mereka berhasil menyusul rombongan kaum muslimin yang sedang istirahat. Melihat kedatangan Ummul Mukminin bersama Shafwan, maka orang-orang yang sedang beristirahat pun bertanya-tanya dan kemudian menaruh curiga.

Situasi semacam ini rupanya dimanfaatkan oleh satu tokoh utama kaum munafik, yaitu  Abdullah bin Ubay bin Salul untuk memfitnah dan menuduh ‘Aisyah dan Shafwan telah berselingkuh. Fitnah tersebut dengan cepat beredar ke penduduk Madinah sehingga menimbulkan kegoncangan di kalangan kaum muslimin.

Tuduhan keji tersebut telah menorehkan luka yang sangat mendalam di hati ‘Aisyah. Sejak tuduhan itu tersebar, ‘Aisyah juga seluruh keluarga Nabi Saw. dan keluarga Abu Bakar Ash-Shiddiq menjalani hari-hari yang sangat berat dan menyesakkan dada. Apalagi kondisi tersebut berlangsung selama satu bulan dan tidak ada wahyu Allah yang diturunkan.

Setelah satu bulan lamanya, akhirnya Allah Swt. memberikan kabar gembira kepada Rasulullah Muhammad tentang kesucian Ummul Mukminin, ‘Aisyah binti Abu Bakar Ash-Shiddiq. Dengan berita gembira tersebut, Allah membuka tabir siapa orang yang beriman sesungguhnya dan siapa yang benar-benar munafik. Jawaban atas fitnah tersebut Allah terangkan dalam surat An-nur ayat 11 hingga lengkap 10 ayat. Setelah ayat ini turun, kondisi kaum muslimin berangsur normal.

 

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Kisah di atas memberikan informasi kepada kita bahwa hoaks sebenarnya bukan hal baru. Empat belas abad yang lalu, fenomena hoaks pernah menimpa keluarga Rasulullah saw.  Istilah hoaks berasal dari bahasa Inggris yang artinya tipuan, menipu, berita bohong, berita palsu dan kabar burung. Hoaks juga dapat diartikan sebagai sebuah ketidakbenaran informasi.

Dalam pandangan Islam, hoaks bisa disebut sebagai berita bohong atau tindakan fitnah. Orang yang membuat, memproduksi, menyebarkan (share), dan memfasilitasi berita bohong sama-sama mendapatkan dosa besar. Jika kabar hoaks yang diviralkan ternyata mengandung unsur fitnah, maka sama saja ikut menyebarkan fitnah.

Rasulullah dalam banyak hadis telah menjelaskan kepada umatnya bahwa melakukan fitnah adalah diantara dosa besar yang harus dijauhi. Di antaranya adalah:

«بَايِعُونِي عَلَى أَنْ لاَ تُشْرِكُوا بِاللهِ شَيْئًا، وَلاَ تَسْرِقُوا، وَلاَ تَزْنُوا، وَلاَ تَقْتُلُوا أَوْلاَدَكُمْ [ص:13]، وَلاَ تَأْتُوا بِبُهْتَانٍ تَفْتَرُونَهُ بَيْنَ أَيْدِيكُمْ وَأَرْجُلِكُمْ…»

“Berbaiatlah kalian kepadaku untuk tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh, dan tidak melakukan fitnah yang kalian dustakan di antara tangan dan kaki kalian…” (H.r. Al-Bukhari)

Dalam hadis ini Rasulullah saw. menyamakan perbuatan fitnah dengan dosa-dosa besar yang lain, seperti syirik, zina, mencuri, dan membunuh. Ini menunjukkan besarnya dosa fitnah.

Dalam hadis lain, Rasulullah juga bersabda:

إِنَّ مِنْ أَعْظَمِ الفِرَى أَنْ يَدَّعِيَ الرَّجُلُ إِلَى غَيْرِ أَبِيهِ، أَوْ يُرِيَ عَيْنَهُ مَا لَمْ تَرَ، أَوْ يَقُولُ عَلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا لَمْ يَقُلْ

”Sesungguhnya diantara kebohongan yang paling besar adalah seseorang menasabkan dirinya kepada selain ayahnya, mengaku melihat sesuatu yang tidak pernah dilihat oleh matanya, atau menisbatkan ucapan kepada Rasulullah sesuatu yang tidak ia sabdakan.” (H.r. Al-Bukhari).

Sungguh fitnah mempunyai dampak yang buruk bagi pelakunya dan bagi orang lain. Karena ia bisa menimbulkan dampak yang begitu besar bagi pribadi maupun lembaga. Bahkan sering kali fitnah juga menimbulkan krisis kepercayaan dan perpecahan di kalangan masyarakat.

 

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Dari kisah mengenai kabar bohong dan fitnah yang ditujukan kepada ibunda ‘Aisyah r.a. tersebut, paling tidak ada dua hikmah yang dapat kita petik.

Pertama, sebagai pengguna media sosial kita harus cerdas, jangan mudah menerima informasi yang belum dijamin kebenarannya.

Kita harus bisa menyaring informasi sebelum membagikannya kepada orang lain. Islam mengajarkan kepada kita semua agar cerdas menerima berita dengan cara ber-tabayyun atau mengklarifikasi berita yang kita terima.

Allah  Swt. berfirman dalam surat al Hujurat ayat 6.

يَآ أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

“Wahai orang-orang yang beriman, jika ada seorang fasik datang kepada kalian dengan membawa suatu berita penting, maka tabayunlah (teliti dahulu), agar jangan sampai kalian menimpakan suatu bahaya pada suatu kaum atas dasar kebodohan, kemudian akhirnya kalian menjadi menyesal atas perlakuan kalian”. (Q.s. al-Hujurat: 6).

Kedua, berhati-hati dengan kaum munafik yang selalu menebarkan fitnah dan kebencian.

Keberadaan orang munafik, seperti Abdulah bin Ubay bin Salul, dari sejak Rasulullah sampai sekarang akan terus memunculkan hoaks atau fitnah dengan cara yang baru. Oleh karena itu, kita harus lebih berhati-hati dan waspada.

Pada setiap masa, selalu ada orang yang bermuka dua dan suka berbohong. Mereka rela melakukan apa saja untuk mendapatkan keuntungan duniawi. Bahkan menjual agama dan kepercayaannya pun akan dilakukan jika hal itu dapat mewujudkan tujuan mereka. Mereka tidak peduli dengan dampak yang diakibatkan oleh perbuatan tersebut, bahkan jika hal itu menimbulkan perpecahan dan konflik berdarah di antara masyarakat. Selama menguntungkan mereka, apapun akan dilakukan, termasuk menyebarkan fitnah dan berita dusta. Inilah di antara karakter orang munafik sepanjang zaman.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Demikian khutbah ini kami sampaikan. Mudah-mudahan kita semua terhindar dari berita hoaks dan fitnah, khususnya fitnah di akhir zaman ini. Aamin Yaa Rabbal’alamiin.

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الآيَاتِ وَالِّذكْرِ الْحَكِيمِ ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيم

 

 Khutbah Kedua

 

اَلْحَمْدُ لِلّٰه عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِه، وَأَشْهَدُ أَن لَآ إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ تَعْظِيْمًا لِشَأْنِه، وأَشْهَدُ أنَّ نَبِيَّنَا مُحمَّدًا عَبدُهُ وَرَسُولُهُ اَلدَّاعِي إِلٰى رِضْوَانِه.

أَمَّا بَعْد؛

فَيَا عَبَادَ الله، اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلاَ تَـمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُون.

ثُمَّ صَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى الْهَادِي الْبَشِيْر، وَالسِّرَاجِ الْمُنِيْر، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَاحِبِ الْفَضْلِ الْكَبِيْر. فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ:  «إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ

 يَآ أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا»

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْد، وَارْضَ اللّٰهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْن، أَبِيْ بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيّ، وَعَنِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعَيْن، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِمَنـِّكَ وَكَرِمِكَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِيْن .

اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ، الأَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَات، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ

اللّٰهُمَّ أَعِزَّ الْإسَلَامَ وَالْمُسْلِمِيْن وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْن

اللّٰهُمَّ آمِنَّا فِي أَوْطَانِنَا ، وَأَصْلِحْ أَئِمَّتَنَا وَوُلَاةَ أُمُورِنَا

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. والْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، أَقِيْمُوا الصَّلَاة…

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *