IkadiDIY.com

DERAJAT HADIS SEMUA MANUSIA BINASA KECUALI PARA ULAMA

DERAJAT HADIS SEMUA MANUSIA BINASA KECUALI PARA ULAMA

 

PERTANYAAN:

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh.

Afwan izin tanya ustadz. Saya menemukan kalimat yang disebut sebagai hadit di Risalah an-Nur, sepertinya di Ihya’ al-Ghazali ada juga. Redaksinya seperti ini:
هلك الناس جميعاً إلا العالمون وهلك العالمون جميعاً إلا العاملون وهلك العاملون جميعاً إلا المخلصون والمخلصون على خطرٍ عظيم
Pertanyaan saya apakah ini memang hadis? Kalau hadis, apa statusnya? Karena redaksi lain yang maknanya sejenis disebut sebagai hadits palsu, maudhu, bathil, dsb.

JAWABAN: 

Menurut para ahli hadis, terutama mereka yang menulis kompilasi hadis-hadis palsu, hadis ini termasuk dalam kategori hadis palsu. Hadis palsu berarti ucapan yang dibuat/dipalsukan dengan mengatasnamakan Rasulullah Saw. Artinya, sebenarnya kalimat tersebut buatan seseorang, kemudian diklaim sebagai ucapan Nabi.

Ash-Shaghghani berkata:

الناس كلهم موتى إلا العالمون ، والعالمون كلهم هلكى إلا العاملون ، والعاملون كلهم غرقى إلا المخلصون ، والمخلصون على خطر عظيم . وبعضهم يرويه ” هلكى ” في الكل ، وبعضهم يرويه ” موتى ” في الكل . قال الصغاني وهذا حديث مفترى ملحون ،

Hadis: “Manusia semuanya mati kecuali para ulama, para ulama binasa kecuali mereka yang mengamalkan, dan orang yang mengamalkan semuanya tenggelam kecuali orang-orang yang ikhlas, dan orang-orang yang ikhlas berada dalam bahaya yang besar.” Sebagian meriwayatkannya dengan kata: “Halka” (binasa)  dan sebagian menggunakan kata: “Mauta” (mati).” Ash-Shaghghani berkata: Ini adalah hadis palsu dan salah secara tata bahasa Arab.” (Al-Maudhu’at Li ash-Shaghghani, 38)

Informasi  bahwa hadis ini palsu, bisa dilihat juga di: al-Fawaid al-Majmu’ah karya asy-Syaukani: 257, Kasy al-Khafa’ karya al-Ajluni:2/213 dan Asna al-Mathalib fi Ahadith Mukhtalaf al-Maratib karya Muhammad bin Darwisy, 309.

Imam al-Ghazali sendiri dalam kitab Ihya’ Ulum ad-Din mengutip kalimat ini beberapa kali dalam beberapa bab berbeda, akan tetapi beliau tidak menyebutnya sebagai hadis. Wallahu A’lam.

Dijawab oleh: Ust. Achmad Dahlan, Lc., MA.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *