IkadiDIY.com

Naskah Khutbah Jumat 1 Oktober 2021, Edisi 273, Ikadi DIY: PILIHAN UNTUK SABAR

PILIHAN UNTUK BERSABAR

Oleh: Ust. Endri Nugraha Laksana, S.Pd.I.
(Ketua PW Ikadi DIY)

 

Download PDF Materi Khutbah Jumat Ikadi klik dibawah ini:

 

Download MS Word Materi Khutbah Jumat Ikadi klik dibawah ini:

  

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ حَضَّ عَلَى الصَّبْرِ وَجَعَلَهُ مِفْتَاحًا لِأَسْمَى الْمَطَالِب، وَأَعْظَمَ بِهِ لِلصَّابِرِيْنَ الْأَجْرَ وَأَنَالَهُمْ أَسْنَى الرَّغَائِب.

وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَه، جَعَلَ عاَقِبَةَ الصَّبْرِ الظَّفَر، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُه، صَاحِبَ الْوَجْهِ الْأَنْوَر، وَالْجَبِيْنَ الْأَزْهَر، فَصَلِّ اللهم عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ مَا تَعَاقَبَ اللَّيْلُ وَالنَّهَار.

أَمَّا بَعْد؛

فَياَ عِبَادَ الله، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى الله فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُون، قَالَ تَعَالَى: ((يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ))

 

Hadirin sidang Jumat yang dirahmati Allah

Tidak ada satu orangpun di dunia yang menginginkan dirinya jatuh sakit, atau berdoa agar tertimpa penyakit. Juga tidak ada satu orang di dunia ini yang berbahagia jika diambil nikmat sehat darinya. Ketika sedang ditimpa musibah sakit, setiap orang pasti berdoa agar segera diberikan kesembuhan. Sakit adalah musibah yang ingin dihindari oleh setiap manusia, sebagaimana juga musibah-musibah yang lain.

 

Akan tetapi bagi seorang mukmin, sakit bisa menjadi berkah dan rahmat dari Allah. Karena seorang mukmin yang ditimpa musibah apapun, Allah berjanji akan menghapuskan dosa-dosanya karena musibah tersebut. Termasuk juga musibah sakit, apalagi penyaki yang parah atau menahun.

 

Nabi shallallahu `alaihi wasallam telah bersabda:

 

مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ.

“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan keletihan, kekhawatiran dan kesedihan, dan tidak juga gangguan dan kesusahan bahkan duri yang melukainya melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya.” (H.r. Al-Bukhari)

 

Berkaitan hadis ini, Ibnu Hajar dalam Fath al-Bari berkata: ”Maka Allah menghapuskan dosa sesuai yang Ia kehendaki. Sedikit banyaknya penghapusan dosa sesuai dengan ringan dan beratnya sakit yang diderita.”

 

Mereka yang sedang menderita sakit akan mendapatkan penghapusan kesalahan dan dosa dengan syarat mereka ridha, yaitu rela mendapatkan ketetapan dari Allah Swt. berupa sakit yang dideritanya. Rasulullah saw. bersabda,

 

وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ ، فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا ، وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ.

“Sesungguhnya Allah ketika mencintai suatu kaum, maka Dia akan mengujinya. Barangsiapa ridha maka Allah akan ridha. Dan barangsiapa yang murka, maka Allah juga akan murka.” (H.r. Abu Dawud).

 

Hadirin sidang Jumat yang dirahmati Allah,

Ada kisah menarik yang diceritakan Ibnu Abbas kepada salah seorang muridnya, yaitu ‘Atho’ bin Abi Rabah. Ibnu ‘Abbas berkata padanya, “Maukah kutunjukkan wanita yang termasuk penduduk surga?” ‘Atho menjawab, “Iya mau.”

 

Ibnu ‘Abbas berkata, “Dia adalah perempuan berkulit hitam ini, ia pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lantas ia pun berkata, “Aku menderita penyakit ayan dan auratku sering terbuka karenanya. Berdoalah kepada Allah untukku.”

 

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda:

 

إِنْ شِئْتِ صَبَرْتِ وَلَكِ الْجَنَّةُ وَإِنْ شِئْتِ دَعَوْتُ اللَّهَ أَنْ يُعَافِيَكِ

“Jika mau sabar, bagimu surga. Jika engkau mau, aku akan berdoa pada Allah supaya menyembuhkanmu.”

 

Hadirin sidang Jumat yang dirahmati Allah,

Apakah yang dipilih perempuan hitam itu? Ingin didoakan oleh Rasulullah saw. sehingga sembuh dari sakitnya dan tidak lagi merasakan sakit dalam hidupnya? Ataukah, dia memilih tetap merasakan sakit tetapi tetap bersabar dan akan mendapatkan surga

 

Perempuan itu ternyata memilih untuk bersabar terhadap penyakitnya dan berbahagia dengan janji surga dari Rasulullah saw. Dia berkata,

 

أَصْبِرُ

“Aku memilih bersabar.”

Lalu ia berkata pula, “Auratku biasa tersingkap (kala aku terkena ayan). Berdoalah pada Allah supaya auratku tidak terbuka.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berdo’a pada Allah untuk wanita tersebut. (H.r. Al-Bukhari dan Muslim).

 

Hadirin sidang Jumat yang dirahmati Allah,

Dalam pandangan mata manusia, orang dianggap bahagia jika hidupnya baik-baik saja, tidak ada musibah dan cobaan yang menimpanya sepanjang perjalanan hidupnya di dunia. Rejeki lancar, karier sukses, dan fisiknya sehat wal afiat. Inilah orang yang disebut sebagai Ahlul-‘Afiyah.

 

Ternyata di hari kiamat kelak, mereka yang disebut Ahlul-‘Afiyah cemburu melihat pahala yang diberikan Allah Swt. kepada Ahlul-Bala’; yaitu mereka yang semasa hidup di dunia, dalam persepsi manusia dianggap sebagai orang senantiasa menderita. Rejeki yang sempit, karier yang terhambat, dan fisik yang terkena penyakit. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menggambarkannya sebagai berikut,

 

يَوَدُّ أَهْلُ العَافِيَةِ يَوْمَ القِيَامَةِ حِيْنَ يُعْطَى أَهْلُ البَلَاءِ الثَوَابَ لَوْ أَنَّ جُلُوْدَهُمْ كَانَتْ قُرِضَتْ فِيْ الدُّنْياَ بِالمَقَارِيضِ

“Ketika ahlul bala’ menerima pahala pada hari kiamat, ahlul ‘afiyah sangat menginginkan seandainya kulit mereka dipotong-potong dengan gunting.”
(H.r. At-Tirmidzi).

 

Hadirin sidang Jumat yang dirahmati Allah,

Bagi seorang Muslim, kehidupan yang dianugerahkan oleh Allah  adalah baik semuanya. Jika mendapatkan nikmat dari Allah Swt., dia bersyukur, maka syukur itu akan menjadikan baik dalam kehidupannya. Jika mendapatkan musibah, maka dia bersabar, dan sabar itu menjadikan baik dalam kehidupannya.

 

Di antara musibah yang menimpa kehidupan kita saat ini adalah pandemi Covid-19. Dalam menghadapinya kita harus selalu mengingat janji-janji dari Allah Swt. dan Rasul-Nya akan kehidupan akhirat yang lebih indah. Tidak hanya terpaku dengan kesedihan dan kesusahan menghadapi pandemi yang menimbulkan rasa sakit dan korban nyawa ini.

 

Semoga kita menjadi hamba Allah Swt. yang senantiasa tabah menghadapi ujian dan musibah. Aamin ya rabbal ‘aalamiin.

 

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

 

Khutbah Kedua

 

اَلْحَمْدُ لِلَّه، وَالشُّكْرُ لِلّهِ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ.

أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَه، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه.

اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ، نَبِـيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَليَ آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ وَالاَه.

 أَمَّا بَعْد؛

فَيَا أَيـُّهَا الْمُسْلِمُوْن، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْن.

وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِه، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِه، وَثَلَّثَ بِكُمْ أَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْن، فَقَالَ عَزَّ مِنْ قَائِلٍ وَلَمْ يَزَلْ قَائِلًا عَلِيْمًا: ((إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الِّذِيْنَ آمَنُوْاصَلُّوْاعَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا))

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا وَحَبِيْبِنَا وَشَفِيْعِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ، سَيِّدِ اْلأَوَّلِيْنَ وَاْلأَخِرِيْنَ، وَسَلِّمْ وَرَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْ كُلِّ صَحَابَةِ رَسُوْلِ اللهِ أَجْمَعِيْنَ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ، فَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ.

رَبَّناَ اغْفِرْ لَناَ ذُنُوْبَناَ وَلِوَالِدِيْناَ وَارْحَمْهُمْ كَمَا رَبَّوْناَ صِغَاراً.

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِيْ هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِيْ إِلَيْهَا مَعَادُنَا، وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِيْ كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرّ.

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَع، وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَع، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَع، وَمِنْ دُعَاءٍ لَا يُسْتَجاَبُ لَه.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَحِيْم.

رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار.

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

2 thoughts on “Naskah Khutbah Jumat 1 Oktober 2021, Edisi 273, Ikadi DIY: PILIHAN UNTUK SABAR”

  1. aminullah al-wahidi

    Assalamu’alaikum wr. wb.
    Afwan utk klik pdf atau word-nya sepertinya blm muncul…., mohon pencerahan nya 🙏

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *